Tentang Tracer Study

Tracer study atau studi pelacakan alumni adalah perencanaan dan pengambilan keputusan pada institusi pendidikan, perencanaan alokasi sumber daya manusia baik di instansi pemerintah dan swasta, maupun di kalangan industri. Tracer study juga didefinisikan sebagai kesesuaian antara hasil pendidikan dengan bidang kerja, dan tracer study merupakan informasi tentang suasana kerja dan kondisi responden saat masuk kerja (BPM UNUD, 2007).
Tujuan
Tracer study alumni bertujuan untuk mengetahui lulusan/alumni SMK-SMTI Yogyakarta. Penelusuran dimaksudkan untuk memetakan kegiatan lulusan baik di dunia kerja/industri atau kelanjutan studi ke perguruan tinggi/universitas. Hasil data tersebut untuk memetakan kesenjangan kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja/industri, serta untuk mengetahui penyerapan, proses, dan posisi lulusan SMK-SMTI Yogyakarta.
Tujuan tracer study menurut BPM Universitas Udayana (2007) antara lain sebagai berikut.
  • Mengevaluasi output/outcome sekolah.
  • Memperoleh informasi kesuksesan lulusan dalam karir, status, pendapatan, serta relevansi antara pengetahuan dan keterampilan dengan pekerjaan.
  • Sebagai tanggung jawab (akuntabilitas) sekolah dalam menyiapkan anak didiknya menghadapi dunia kerja pada masa mendatang.
  • Sebagai dasar untuk pengembangan institusi selanjutnya dalam konteks akreditasi.
Manfaat
Manfaat tracer study menurut BPM Universitas Udayana (2007) antara lain sebagai berikut.
  • Bagi perencana institusi pendidikan adalah sebagai indikator efisiensi eksternal pada institusi pendidikan, dan sebagai dasar untuk menyelenggarakan dialog dengan kalangan bisnis, industri terkait, dan pengguna lainnya.
  • Bagi administrator institusi pendidikan adalah untuk menentukan prioritas dan pemilihan model pendidikan/pelatihan yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik institusi.
  • Bagi perencana alokasi sumber daya manusia adalah untuk mengembangkan konsep yang tepat dan memungkinkan dalam implementasi model pendidikan/pelatihan.